Pengobatan Pacemaker & ICD: Indikasi, Prosedur, Manfaat, Risiko
Pacemaker dan Implantable Cardioverter Defibrillator (ICD) adalah perangkat medis yang dipasang untuk membantu mengatur detak jantung yang tidak normal. Artikel ini membahas indikasi, cara kerja, prosedur pemasangan, manfaat, risiko, perawatan pasca implantasi, hingga pilihan layanan di Malaysia untuk pasien Indonesia.
Apa Itu Pacemaker & ICD?
Pacemaker adalah perangkat kecil yang ditanam di bawah kulit dada untuk membantu mengontrol irama jantung. Sementara ICD memiliki fungsi tambahan: selain mengatur irama, ICD dapat memberikan kejutan listrik untuk menghentikan aritmia berbahaya yang bisa menyebabkan henti jantung mendadak.
Keduanya digunakan pada pasien dengan gangguan irama jantung serius seperti aritmia, blok jantung, fibrilasi ventrikel, atau gagal jantung dengan risiko henti jantung mendadak.
Indikasi Pemasangan
Kapan Pacemaker Diperlukan?
- ✓ Blok jantung total atau parsial.
- ✓ Bradikardia simptomatik (detak terlalu lambat).
- ✓ Sinkop (pingsan) berulang akibat gangguan irama.
Kapan ICD Diperlukan?
- ✓ Pasien dengan risiko henti jantung mendadak.
- ✓ Fibrilasi ventrikel atau takikardia ventrikel berulang.
- ✓ Gagal jantung dengan fraksi ejeksi rendah.
Prosedur Pemasangan
Prosedur pemasangan pacemaker atau ICD dilakukan dengan sayatan kecil di bawah tulang selangka. Kabel elektroda dimasukkan melalui pembuluh darah ke jantung, kemudian perangkat ditempatkan di bawah kulit. Pasien biasanya hanya membutuhkan anestesi lokal dengan sedasi ringan.
Lama prosedur sekitar 1–2 jam. Pasien dapat pulang dalam 1–3 hari tergantung kondisi klinis.
Manfaat & Risiko
Manfaat
- ✓ Menormalkan detak jantung.
- ✓ Mencegah henti jantung mendadak (ICD).
- ✓ Meningkatkan kualitas hidup & energi.
Risiko
- ● Infeksi di lokasi implantasi.
- ● Perpindahan elektroda.
- ● Gangguan teknis perangkat.
Layanan Pacemaker & ICD di Malaysia
Malaysia menjadi destinasi utama pasien Indonesia karena teknologi modern, dokter berpengalaman, biaya kompetitif, dan kemudahan komunikasi dalam bahasa Melayu/Indonesia. Banyak rumah sakit menyediakan paket pemasangan pacemaker/ICD serta program pemantauan jarak jauh.
Northern Heart Hospital Penang
Spesialisasi dalam implantasi pacemaker & ICD dengan tim kardiologi elektrofisiologi berpengalaman.
CVSKL Kuala Lumpur
Pusat jantung dengan fasilitas elektrofisiologi lengkap, layanan ablasi, dan implantasi ICD.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apakah pacemaker sama dengan ICD?
Tidak. Pacemaker mengatur detak lambat, sedangkan ICD juga bisa memberi kejutan listrik untuk aritmia berbahaya.
Berapa lama perangkat bertahan?
Pacemaker umumnya 7–10 tahun, ICD sekitar 5–7 tahun sebelum perlu ganti baterai.
Apakah prosedur ini berbahaya?
Risiko ada, tetapi kecil. Infeksi dan perpindahan elektroda bisa terjadi, namun jarang.
Kapan saya bisa kembali bekerja?
Sebagian besar pasien bisa kembali bekerja 1–2 minggu setelah prosedur.
Apakah saya boleh berolahraga?
Boleh, tapi hindari benturan keras pada area implantasi. Ikuti arahan dokter.
Apakah pacemaker terasa di tubuh?
Ya, bisa diraba di bawah kulit, namun biasanya tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.
Bisakah ICD menghentikan serangan jantung?
Ya, ICD bisa memberikan kejutan listrik yang menyelamatkan nyawa bila terjadi aritmia fatal.
Apakah alat ini memengaruhi penggunaan HP?
HP aman digunakan, tetapi hindari menaruh HP di saku dekat perangkat.
Bagaimana dengan pemeriksaan MRI?
Beberapa pacemaker/ICD modern kompatibel MRI, namun harus dipastikan jenisnya.
Berapa biaya pemasangan di Malaysia?
Biaya bervariasi tergantung jenis perangkat dan rumah sakit. Lihat halaman biaya untuk info lengkap.
Siap Konsultasi untuk Pacemaker atau ICD?
Kami bantu Anda memahami indikasi, risiko, dan memilih rumah sakit terbaik di Malaysia sesuai kebutuhan Anda.
